“Mencabut dimensi supranatural dari Firman tak membuat manusia berhenti percaya; insan justru terjerat memuja apa saja. Ketika nalar sekuler menyingkirkan kehadiran-NYA, mistisisme liar hadir memikat jiwa yang dahaga.” Boleh dikatakan, sikap dingin peradaban terhadap alam supranatural dominan hingga penghujung abad ke-19. Sikap ini pelan-pelan menggeser pilar utama gereja—yang selama seribu tahun menuntun cara pandang manusia…