Keinginan Menjadi Kaya

Viewed : 268 views

Matius 6:10
Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Biasanya orang yang ingin sesuatu dan merasa belum memilikinya, hal itu terus menjadi pikirannya. Dia berupaya untuk memperolehnya. Banyak usaha dilakukan. Bahkan bisa terbawa dalam mimpi.

Adalah kisah seorang yang merasa miskin. Dia ingin menjadi kaya. Ingin banyak uang. Hal itu terus dipikirkannya hingga sampai-sampai diapun bermimpi.

Dalam mimpinya, orang itu bertemu dengan seorang sakti di sebuah lapangan luas. Dia mengeluh ke orang sakti itu betapa dia miskin dan ingin segera kaya.

Lantas orang sakti itu mengatakan bahwa apa yang diinginkan orang itu perkara mudah. Katanya kepada orang yang merasa miskin itu, “Pulanglah ke rumahmu. Apa saja yang kamu sentuh akan dapat berubah menjadi tiga bentuk. Kamu tinggal pilih… mau jadi emas, mau jadi berlian atau mau jadi uang. Ditambah bonus… bisa jadi mobil kalau kamu mau.”

Orang yang merasa miskin itu sangat senang. Terkabullah keinginannya yang selama ini dipendam.

Pertama-tama diambilnya batu dan berkata, “Jadilah berlian!” Dalam sekejap batu itu berubah jadi berlian indah kemilau.

Dia ambil daun kering dan berkata, “Jadilah uang!” Daun kering itu semua menjadi uang.

Dia sentuh kayu kering dan berkata, “Jadilah emas!” Saat itu juga kayu kering di tangannya menjadi emas murni.

Dia ambil di tempat sampah kaleng bekas dan berkata, “Jadilah mobil!” Segera kaleng itu jadi mobil super mewah.

Dia sungguh senang dan pulang ke rumah naik mobil mewah dengan banyak membawa uang, emas dan berlian.

Tetapi sungguh aneh. Ketika sampai di rumah, dia haus dan ambil air untuk diminum. Air itu tiba-tiba jadi berlian. Dia ambil nasi, tiba-tiba nasi berubah berubah jadi emas. Dia sentuh anaknya, lantas anaknya jadi emas juga. Segala yang dia pegang di rumah semua menjadi emas, uang atau berlian. Dinding rumahnyapun juga sudah jadi emas semua.

Orang itu menjadi takut. Dia lihat istrinya pulang dari pasar. Dia berteriak ke istrinya itu, “Mama, jangan dekat-dekat. Menjauhlah dariku!. Saya khawatir kalau-kalau nanti kamu jadi emas, berlian atau uang. Saya takut juga nanti kamu jadi mobil!”

Karena keras berteriak dalam mimpinya, dia dibangunkan istrinya. Setelah bangun, dia lega. Dia merasa beruntung, semua itu rupanya hanyalah mimpi. Dia bersyukur bahwa kejadian barusan, semua itu hanyalah mimpi belaka. Semua itu mainan tidur. Dia peluk istrinya yang masih tetap manusia utuh dan tidak berubah wujud. Dia lihat anaknya yang tidur di sebelahnya, juga masih tidur pulas, masih utuh jadi manusia. Dia pergi ke dapur, ternyata air di dispenser masih utuh tetap tak berubah. Diapun minum sepuasnya. Lega di hati.

Kemudian dia bersaat teduh. Dia berdoa, merenungkan firman Tuhan dan bersyukur memuliakan Allah.

Kita diingatkan bahwa terjadipun apa yang kita mau dan inginkan, belumlah pasti hal itu membawa bahagia yang utuh. Bahkan bisa membawa kesusahan juga.

Karena itu yang paling baik adalah kita berdoa dan bekerja sebaik-baiknya serta menerima sepenuhnya apa yang Tuhan telah beri dengan hati penuh rasa syukur.

Kita nyatakan selalu penghormatan dan kebergantungan serta penyerahan hidup kita kepada Allah. Kita berdoa seperti diajarkan Tuhan Yesus, “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Bila kehendak Allah terjadi dalam hidup kita, itulah jaminan sepenuhnya bagi kita. Itu yang membawa kebahagiaan dan kedamaian sejati. Hendaklah kita berkata,
“AMIN… AMIN… AMIIN!”

Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments