Mari Berbuat Kebaikan Bagi Sesama

Viewed : 273 views

3 Yohanes 1:11
Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.

Apa yang kita lakukan bila tiba-tiba di meja kerja kita ada muncul cacing? Kebanyakan dari kita akan segera membuangnya, bahkan ada yang langsung memusnahkannya.

Betapa tak berharganya cacing.

Tetapi sebetulnya cacing yang nampak jijik dan tak bernilai itu sangat bermanfaat. Menjadi sahabat para petani.

Cacing dapat menggemburkan tanah. Bahkan ada yang membuat cacing menjadi ramuan obat yang konon kabarnya dapat menyembuhkan beberapa penyakit tertentu. Jadi sejelek-jeleknya cacing yang tak berdaya dan lemah itu, ternyata ada manfaatnya.

Tentu kita tidak pantas membandingkan manusia dengan cacing. Manusia jauh lebih mulia dan lebih kuat serta lebih tinggi derajatnya dari cacing.

Betapa hebatnya sebetulnya kita karena memiliki potensi luar biasa sebagai pemberian Tuhan. Karena itu pasti ada yang dapat kita berikan. Pasti ada alasan yang kuat mengapa Tuhan mencipatakan kita dan menghadirkan kita di dunia ini.

Bila manusia tidak ingat akan Tuhan, maka cenderung manusia mencintai dirinya sendiri… cenderung mendahulukan kepentingannya sendiri.

Tidak bermaksud merendahkan martabat manusia; hanyalah sebagai analogi untuk mengingatkan kita, bahwa tanpa kehadiran Tuhan, barangkali cacing lebih bermanfaat dari manusia. Sering ada orang yang biarpun dia merugikan orang lain asalkan dia senang… tak persoalan baginya. Ini aneh! Seperti ini jangan ditiru. Itulah yang dimaksudkan rasul Yohanes dengan mengatakan, “Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik…. …”

Mari kita menjadi bagian dari orang-orang yang takut akan Tuhan yang langkahnya ringan membuat orang lain bersukacita. Mungkin melalui perhatian, pemberian, pertolongan, jalinan persahabatan, dan sebagainya.

Mari kita menjadi bagian dari orang-orang yang bertumbuh dalam Kristus Yesus. Kita tidak menuntut orang lain untuk berbuat baik, tetapi justru kita yang berkreasi berbuat kebaikan dalam berbagai bentuk yang bisa dilakukan untuk berbuat kebajikan bagi sesama kita.

Mari kita sebagai anak-anak Tuhan senantiasa berbuat kebaikan yang bemanfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Mungkin yang bisa kita berikan hanyalah kata-kata pemberi semangat, atau memberi telinga untuk mendengar, atau memberi pujian tulus, dan sebagainya. Berikan dan lakukanlah! Dengan demikianlah hidup kita bermakna, dan sesungguhnya untuk itulah kita hidup. Berdoalah dan dekatlah dengan Tuhan agar kita dimampukan untuk itu.

Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments