Bergembiralah di Dalam Tuhan

Viewed : 773 views

Mazmur 98:4
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

Banyak penyebab membuat kita bergembira. Tetapi juga ada banyak hal yang membuat kita tidak bergembira.

Satu alasan mendasar yang membuat kita bersukacita dan damai adalah karena kita anak Allah… Allah Bapa kita. Anugerah keselamatan sudah kita miliki. Janji Tuhan jaminan kita. Hal ini mestinya membuat kita hidup semangat.

Kita mungkin mengeluh karena merasa banyak keinginan yang belum/tidak tercapai. Mungkin pula kita berada dalam situasi sedang membanding-bandingkan diri dengan orang lain, dan kitapun merasa orang lain lebih baik dan lebihberuntung… itu menurut kita.

Kalaupun orang lain lebih beruntung dari kita, apa masalahnya? Tidak ada! Orang lain bukanlah patokan hidup kita!

Bersukacita atau tidak bersukacita memiliki pengaruh tertentu dalam diri kita;
Amsal 17:22
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Ada efek langsung terhadap kesehatan fisik kita sebagai akibat dari suasana hati.

Tentu kita tidaklah bisa tutup mata bahwa banyak pergumulan kita. Ada banyak tantangan hidup. Namun jangan habiskan tenaga kita untuk melihat hidup ini dari sisi itu. Energi kita akan habis terkuras.

Biarlah hidup kita damai dalam situasi apapun sebab Tuhan beserta kita. Penyertaan Tuhan adalah KEKUATAN AMPUH untuk menaklukkan berbagai perasaan bimbang.

Dalam Nama Yesus kita dikukuhkan dan diteguhkan untuk damai dan berbahagia untuk hari ini dan hari-hari esok.

Dengan hati damai di dalam Tuhan Yesus, kita dapat lebih produktif dan optimal dalam bekerja dan melayani dalam hidup ini.

Selamat bekerja.
Selamat belajar.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati dan memberi hidup damai senantiasa.
Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by wirestock on Freepik

Comments

comments