Kuasa dan Otoritas Dari Allah

Viewed : 372 views

2 Timotius 4:5
Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

Tokoh orang kuat sering menjadi idola banyak orang. Produk-produk dan barang-barang tertentu melalui iklan membuat kekuatan dan ketahanan sebagai nilai jual dan sering secara berlebihan ditonjolkan.

“Kuasa” menjadi dambaan, karena itu banyak orang mengusahakan dengan berbagai cara agar kuasa tersebut diperoleh, baik dengan cara yang tepat maupun dengan cara tidak terpuji.

Dengan kuasa, orang merasa dapat melakukan apa saja. Mereka dapat memerintah. Dapat memperoleh apa yang diinginkan dengan mudah. Dapat harta. Dapat kepuasan.

Dengan kuasa, orang merasa dapat menjadi terkenal, terhormat, mashyur serta dikenal dimana-mana. Dengan kuasa orang merasa diakui dan diterima, karena memang salah satu kebutuhan manusia adalah perasaan diakui dan diterima.

Tuhan memberi kuasa kepada setiap anak-anak-Nya, tetapi berbeda pengertiannya dengan kuasa yang diartikan sebagai kuasa untuk mengendalikan orang lain yang bertujuan beroleh kepuasan. Tuhan justru memberi kuasa agar manusia dapat menguasai dirinya. Dengan kuasa tersebut kita dapat mematikan sifat manusia lama yang bertentangan dengan kehendak Allah.

Dengan kuasa dan otoritas dari Allah kita menjadi saksi Tuhan. Kuasa tersebut akan diperoleh bila kita memiliki hubungan yang baik dengan Dia; bila hati kita peka dan mendengar suara-Nya.

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Freepik

Comments

comments