Biji Mata-Nya

Viewed : 1,080 views

Mazmur 17:8
Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-MU

Seorang yang sibuk di dapur menggoreng ikan, saat dia memasukan ikan yang akan digoreng ke dalam minyak mendidih dalam kuali, sering ada letupan minyak. Minyak panas dapat muncrat dan berhamburan keluar.

Orang yang sedang menggoreng itu, sedapat mungkin akan mengelak dari hamburan minyak yang keluar dari balanga. Menjaga diri agar tidak kena cipratan minyak panas. Terutama yang dijaga adalah matanya. Kepala diposisikan sedemikian rupa sehingga mata terhindar dari serangan minyak panas.

Mengapa demikian?

Sebab mata adalah bagian tubuh yang sangat berharga dan vital. Karena itu harus dijaga dan dilindungi.

Tuhan Allah melindungi umat-NYA sebegitu rupa… digambarkan Dia menjaga biji mata-Nya.
Ulangan 32:9-10
Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.”

Bahkan dalam Zakharia 2 : 8 dikatakan, “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu – sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya.”

Betapa besarnya pemeliharaan Tuhan terhadap kita. Begitu luar biasa perhatian Tuhan terhadap anak-anak-Nya. Dia setia menopang kita di tengah-tengah gelombang kehidupan kompleks dan sulit.
Puji Tuhan!

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhah menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by wirestock on Freepik

Comments

comments