Hidup yang Sesuai Dengan Kehendak Tuhan

Viewed : 436 views

Pengkhotbah 1:8
Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.

Peran panca indra, khususnya apa yang dilihat mata dan apa yang didengar telinga, sering menjadi patokan bagi kita untuk menilai sesuatu berkaitan dengan kata: puas.

Banyak orang berupaya dengan sekuat-kuatnya untuk memuaskan apa yang dapat dinikmati oleh mata dan telinga. Kalau caranya benar tentu tidak masalah. Teruskan! Hanya saja penulis Amsal katakan bahwa mata tidak akan pernah kenyang melihat, dan telingapun tidak akan pernah puas untuk mendengar.

Tidak terlalu lama, kita sering merasa biasa-biasa saja, bahkan sering merasa bosan dengan apa yang diidamkan sebelumnya sebelum diperoleh.

Jadi bagaimana?
Apakah kita akan berhenti berupaya karena toh akhirnya kita bosan dan tak pernah puas?
Tentu saja tidak!
Kita harus tetap berusaha dan bekerja penuh semangat. Sebab kita hidup bukanlah sekedar mencari kepuasan semata. Kita berupaya untuk menjadi berkat dan memberkati melalui karya kita. Paling tidak, kita tidak menjadi beban bagi siapapun karena kekurangan sebagai akibat malas.

Kita diingatkan bahwa kepuasan sejati akan didapatkan bila dalam semua perolehan dan prestasi kita, Tuhan dimuliakan.

Kita akan berbahagia jika jalan Tuhan yang ditempuh dalam semua aktifitas kita… dalam masa studi… dalam pekerjaan dan karir sebagai pegawai… sebagai pimpinan ataupun sebagai bawahan… dalam bisnis dan usaha… dalam kesibukan mengurus keluarga… dalam pelayanan… bahkan dalam aktifitas menikmati masa pensiun juga; sebab hal itu akan melampaui keinginan mata dan telinga. Hati kita dibesarkan karena patokan kita adalah hidup yang sejalan dan berpadanan dengan kehendak Tuhan.

Sahabat…
Tetaplah semangat!

Selamat beraktifitas.

Tuhan menyertai dan memberi semangat untuk tetap berjuang dan berkarya dalam jalan-Nya. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Freepik

Comments

comments