Pekerjaan Adalah Anugerah Tuhan

Viewed : 1,095 views

1 Tesalonika 4:11
Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan

Ketika menyapu depan halaman rumah, lewatlah seorang bapak yang tampak sudah cukup lanjut usia memikul daun singkong untuk dijual. Dia begitu ramah menyapa. Menarik melihat dia seperti itu… santun!

Sekejap kemudian datang sebuah mobil bagus dengan kecepatan tinggi. Pengendara mobil itu tampak tidak sabar dan membunyikan klaksonnya keras-keras karena ingin jalannya tidak terganggu oleh bapak pemikul daun singkong itu.

Ketika bapak itu menoleh ke mobil tersebut, dia memberi senyuman dan berusaha minggir agar kendaraan yang tak sabaran itu bisa lewat dengan lancar. Wajah bapak itu sedikitpun tidak cemberut meski ada orang lain memperlakukannya kurang pas dan tidak sopan.

Hingga sekarang bapak itu sering kelihatan lewat membawa daun singkong dagangannnya. Walaupun mungkin tidak ada pilihan untuk pekerjaan lain, bapak itu bersikap simpati dan menikmati pekerjaannya.

Bapak itu bersabar menghadapi orang-orang yang tak sopan di jalanan dengan kekuatan tertentu, walau ia sulit mendefinisikan apa sesungguhnya kekuatannya itu. Sikapnya menunjukkan rasa syukur karena masih memiliki kekuatan dan dapat bergerak melakukan pekerjaannya dengan baik dan lancar walau hasilnya sedikit.

Seberapa besar dan seberapa jauh kesabaran dan kesungguhan kita terhadap pekerjaan?

Apakah kita bersikap seperti bapak itu dalam kita bekerja dan beraktifitas?

Berdasarkan apa kita menikmati pekerjaan sehingga sering wajah kurang sabar yang tampil?

Apakah kita masih kurang puas dan merasa gaji dan penghasilan kurang dihargai, sehingga membuat kita menjadi pribadi kurang ramah dan mungkin serakah?

Beragam dan berbeda pendapat kita tentang hal ini. Tetapi satu hal yang pasti bahwa apapun pekerjaan kita; asalkan itu baik dan memang semua baik.. semua itu adalah anugerah Tuhan. Kalau memang masih bisa meningkatkannya, berusahalah tingkatkan tentunya!

Adalah anugerah apabila Tuhan masih memberi kekuatan bagi kita untuk bekerja dan itu harus disyukuri.
Terima kasih Tuhan…

Karena itu bekerjalah dengan tekun dan bersungguh-sungguh. Jauhi sifat malas. Dengan bekerja kita dapat memenuhi kebutuhan hidup, tetapi jaga sikap hati: jangan menilai pekerjaan dengan hanya melihat seberapa besar upahnya saja.

Sebagai anak Tuhan, miliki jiwa pengabdian dalam bekerja. Bekerja dengan sungguh-sungguh adalah salah satu wujud penghormatan kita kepada Tuhan. Syukuri itu dan bersikaplah simpati dalam profesi kita.

Pesan rasul Paulus, ”Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan.*

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Zac Ong on Unsplash

Comments

comments