Mari Kita Menghargai Persahabatan

Viewed : 795 views

Amsal 17:17
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Persoalan sepele dapat membuat kekerabatan dan persahabatan menjadi dingin dan kaku, bahkan hilang. Teman yang dulunya dekat dapat menjadi jauh. Persahabatan akrab dapat retak karena dipicu oleh kepentingan yang berbeda.

Ego dan sikap mementingkan diri berpotensi membuat kita tidak menghargai orang lain. Sahabat terlupakan.

Tuhan Yesus memberi teladan yang baik. Semestinya kita dihukum, tetapi Dia datang menyelamatkan kita dan menyambung kembali tali hubungan kita yang telah putus dengan Allah akibat dosa.

Belajar dari teladan Kristus, mari kita menghargai persahabatan dan kerukunan. Mari kita memperhatikan setiap orang dengan sikap kasih dan setia.

Apapun yang dimiliki dan seberhasil apapun kita, namun tanpa sahabat, semua itu tak berarti apa-apa. Hidup manusia akan berarti jika dia bermakna bagi sesamanya, salah satu di antaranya adalah dengan menghargai dan mengasihi sesama.

Biarlah penulis Amsal yang mengatakan, ”Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.”… mengingatkan kita tentang betapa berharganya persahabatan, dan biarlah hal itu mempererat kembali persahabatan di antara kita. Hal ini juga akan menolong kita untuk saling membangun di dalam pertumbuhan kita untuk semakin mengenal Kristus dalam hidup ini.
S e m o g a !

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Archie Binamira

Comments

comments