Janganlah Jemu Berbuat Baik

Viewed : 890 views

2 Tesalonika 3:13
Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.

Ada sebuah pohon mangga dengan buahnya yang menarik perhatian. Buahnya terlihat ranum dan segar. Ketika seorang anak remaja lewat, dia melihat pohon mangga itu. Karena tak tahan lagi, diambilnya batu dan melempar buah mangga tersebut. Jatuhlah beberapa buah dan tentu dia senang dan memungutnya. Ternyata memang mangga itu rasanya enak dan manis.

Karena ketagihan dengan buah mangga itu, dalam kesempatan berikutnya, anak itu melakukan hal yang sama… melempar mangga itu lagi.

Karena sifat tumbuhan memang demikian, pohon mangga itu tak pernah mengeluh, dan tak pernah marah. Pohon mangga itu tidak membalas mengambil batu dan melempar anak itu. Apabila buahnya terkena lemparan, pasti buahnya jatuh dan dapat dinikmati siapa saja.

Orang-orang yang bertumbuh dalam Tuhan, adalah seumpama pohon mangga yang senantiasa menghasilkan buah-buah kehidupan yang dapat dinikmati dan dirasakan orang lain (Galatia 5:22-23).

Mungkin saja orang-orang mengatakan hal-hal yang tidak pantas dan menyalahkan, bahkan mungkin orang lain merasa tindakan kita berlebihan dalam kita berbuat kebaikan. Ataupun maksud yang baik sering ditanggapi miring dan tak dapat diterima. Namun berjalanlah terus, berbuatlah apa yang terbaik.

Mintalah kekuatan kepada Allah melalui doa. Biarlah orang lain dapat merasakan kehadiran kita, dan merasakan buah yang manis dari kita kapan saja dan di mana saja.

Untuk itu memang sulit dan penuh pergumulan. Tapi yakinlah bahwa Allah suka dan senang akan hal itu.

Betumbuhlah, berjuanglah dan berjalanlah terus untuk menghasilkan buah-buah kehidupan sebagai tanda bahwa kita telah diselamatkan.

Selamaat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan membekati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Jametlene Reskp on Unsplash

Comments

comments