Berikatpinggangkan Kebenaran dan Berbajuzirahkan Keadilan

Viewed : 2,133 views

Efesus 6:14
Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan.

Dalam ayat di atas, kita diingatkan untuk berikatpinggangkan kebenaran. Ikat pinggang dipakai agar pakaian kita tidak melorot. Jadi kita perlu melakukan apa yang benar, agar kita tetap tegak dan tegap… tidak melorot!

Seterusnya kita disuruh memakai baju zirah.

Dalam pertempuran konvensional zaman dahulu, salah satu perlengkapan penting bagi seorang prajurit adalah baju zirah. Baju berguna untuk melindungi tubuh agar tidak dapat ditembus oleh tombak musuh.

Kita terus-menerus berada dalam arena pertempuran melawan musuh yang mau menombak kita. Musuh kita bukanlah manusia, tetapi roh-roh dan makhluk yang tidak nampak oleh mata jasmani kita. Untuk itu kita sungguh perlu baju zirah keadilan.

Dalam medan pertempuran, iblis menyerang kita bukan dengan kekerasan fisik. Bukan dengan tombak dan peluru tajam. Bukan dengan senjata modern buatan manusia.

Cara iblis menyerang kita begitu halus, sehingga tanpa kita sadari, sebetulnya kita senantiasa dalam posisi diserang.

Senjata rahasia Iblis sering menembak hati kita dengan perasaan bimbang, takut, dan emosi buruk. Kita disuguhi perasaan malas, mau menang sendiri, dengki, dan perasaan-perasaan negatif lainnya. Perasaan-perasaan tidak karuan tersebut dapat mengalahkan kita. Bahkan kita terkadang kalah sebelum berjuang.

Untuk melindungi kita dari perasaan-perasaan yang dapat membuat kita kalah, kita membutuhkan baju zirah keadilan. Orang yang saleh selalu rindu melakukan keadilan dan berpihak kepada apa yang benar. Karena itu kata adil di sini dapat diartikan sebagai sikap yang saleh. Karena itu kita didorong untuk hidup saleh.

Dengan memakai baju zirah keadilan dan kesalehan, kita sedang melindungi hati kita dari sikap dan perasaan buruk. Baju ini melindungi hati kita dari keinginan melakukan apa yang tidak patut. Kita akan selalu disemangati melakukan apa yang adil dan benar. Kita waspada agar hati kita senantiasa murni untuk memancarkan kehidupan.

Dengan berikatpinggangkan kebenaran dan melakukan apa yang berkenan kepada Tuhan serta berbajuzirahkan keadilan, maka kita akan berada pada arah dan jalan yang benar. Itulah salah satu kelengkapan senjata hidup kita.

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Pixabay

Comments

comments