Menguasai Lidah

Viewed : 1,642 views

Yakobus 3:9-10
Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

Lidah tak bertulang… Itulah ungkapan tentang anggota tubuh kita yang terletak di mulut.

Kebayang memang kalau lidah bertulang; akan kaku. Kita tidak bisa mengunyah makanan, kita tidak bisa berkata-kata dengan lancar.

Puji Tuhan karena Tuhan membuat lidah kita sebagaimana mestinya. Hanya saja memang kewajiban bagi kita untuk menjaga dan menguasai lidah sepenuhnya.

Rasul Yakobus mengatakan bahwa lidah kita dapat melakukan hal-hal yang sangat berlawanan dan bertentangan…
• Dengan lidah kita dapat memuji Tuhan, dan dengan lidah yang sama manusia dapat mengutuk dan menghina sesamanya.
• Dengan lidah kita dapat mengucapkan berkat, dan dengan lidah yang sama, manusia dapat mengutuk sesamanya.
• Dengan lidah kita dapat membangun dan memberi semangat, dan dengan lidah yang sama manusia dapat meruntuhkan dan mencerca sesamanya.
• Dengan lidah kita dapat menyatakan simpati, dan dengan lidah yang sama manusia dapat menyatakan rasa benci.
• Dengan lidah kita dapat menjadi semakin dekat, dan dengan lidah yang sama manusia dapat semakin menjauh.
• Dan sebagainya.

Seperti apa dan bagaimana kecenderungan kita menggunakan lidah ini?
Tuhan dan kitalah yang tahu bagaimana kita telah menggunakan lidah kita.

Di jaman ini, sebagian fungsi lidah digantikan dengan ujung jari kita. Kita menulis melalui sarana komunikasi yang kita miliki untuk berhubungan dengan orang lain.
Apa yang kita tulis?

Lidah, jari, bahasa tubuh kita, dan sebagainya… dapat kita pakai untuk memuliakan Tuhan dan membangun sesama kita.
Marilah kita seperti itu!

Seseorang dapat menjadi pahlawan bukan hanya dan bukan saja karena ia rela memberi apa yang terbaik tanpa pamrih, tetapi juga ketika ia dapat menguasai lidahnya untuk berkata-kata dan berbuat apa yang baik dan benar dalam pandangan Allah.

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Juan Encalada on Unsplash

Comments

comments