Yohanes 10:14
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.
Sekali peristiwa dalam sebuah kabaktian Natal Oikumene, banyak jemaat dari berbagai gereja datang. Juga dihadiri oleh seorang pejabat tinggi.
Thema Natal dibahas dalam khotbah dengan menarik oleh seorang hamba Tuhan.
Ketika tiba acara penyampaian kata-kata sambutan dalam bagian acara perayaan, sampailah giliran pejabat tinggi itu untuk menyampaikan sambutannya.
Sewaktu berbicara di atas podium, sang pejabat menunjuk kepada spanduk yang digantung bertuliskan Tema: “YESUS GEMBALA YANG BAIK”
Dengan lantang, pejabat itu berkata, “Tema itu salah!!!…” Lalu dia diam. Suasanapun jadi hening.
Tentu saja para jemaat sontak kaget. Ada yang menjadi gelisah dan bermuka masam. Terasa khotbah Pak Pendeta tadi jadi mentah. Banyak jemaat merasa nama Yesus dilecehkan.
Ada juga yang geleng-geleng kepala tanda tak setuju, meskipun yang berbicara adalah seorang pejabat, apalagi pejabat itu seorang yang tidak percaya kepada Kristus. Banyak pertentangan dalam batin setiap hadirin.
Pejabat Tinggi itu mengerti perasaan hadirin dan untuk sementara ia biarkan saja dulu suasana hening serasa kaku.
Lantas pajabat itu melanjutkan sambutannya dengan berkata, ”Yesus bukanlah gembala yang baik, tapi YESUS ADALAH GEMBALA YANG PALING BAIK”
Seluruh hadirin jadi lega, bahkan berdiri bertepuk tangan tanda setuju. Suasana menjadi hangat dan segar kembali.
Sahabat…
Nama Yesus adalah nama yang paling ajaib. Nama yang paling indah.
Dalam Alkitab versi yang saya baca, tertulis nama Yesus sebanyak 1362 kali. Nama Kristus sebanyak 471 kali. Akan tetapi tentunya bukan itu yang pokok. Yang paling penting adalah; bahwa Yesus adalah sumber dan pemilik kehidupan. Oleh-Nya kita dibebaskan dari kematian. Dimana ada Yesus di sana ada kehidupan.
Kematian yang paling ditakuti manusia telah ditaklukkan-Nya.
Dalam Yesus ada kemenangan!
Dalam Yesus ada keselamatan!
Dalam Yesus ada ketenangan!
Kita bersyukur dan bermegah sebab kita telah menjadi milik-Nya.
Sesuai dengan ayat di atas: “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku”, maka pertanyaan bagi kita adalah, “Apakah kita terus bertumbuh dalam proses untuk mengenal Dia dengan baik?”
S e m o g a !
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




