Lukas 6:38
Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Sebuah keluarga sedang melintasi daerah yang tandus dengan kendaraan. Mereka melihat seorang peminta-minta. Tanpa pikir panjang mereka memberikan sedikit uang.
Mereka melanjutkan perjalanan. Lantas dari sebuah media mereka mendengar berita bahwa sebentar lagi akan datang hujan diiringi badai besar sepanjang daerah yang mereka telah lalui.
Anggota keluarga tersebut ingat akan peminta-minta tadi. Mereka berpikir bagaimana kondisinya nanti bila badai itu sungguh datang. Mereka tadinya hanyalah memberi sedikit.
Lalu keluarga itu berembuk apa yang harus dilakukan. Mereka sepakat untuk kembali menemui peminta-minta tadi hendak memberi uang lebih banyak.
Ketika bertemu, mereka meminta uang yang semula diberikan kepada peminta-minta itu.
Pengemis itu heran mengapa uang yang telah diberikan diminta lagi. Namun dia dengan polos memberikannya juga.
Kemudian keluarga tadi menambahkan uang yang sedikit itu beserta dengan tambahan uang yang jauh lebih banyak sesuai kesepakatan mereka untuk diberikan. Pengemis itu menerima jauh lebih besar dari semula.
Seandainya tadi pengemis itu menahan, mungkin dia tidak akan dapatkan uang yang lebih banyak.
Sahabat…
Kita seumpama peminta-minta itu.
Apakah kita akan terbuka seperti pengemis miskin itu… rela memberi untuk selanjutnya menerima yang terbaik dari Allah?.
Tuhan sering seolah meminta sesuatu dari kita, apakah waktu, pemikiran, ide, uang, dan sebagainya. Dalam hal itu betapa sering kita menahan-nahan. Kita merasa seolah Allah tidak tahu keadaan kita. Padahal Allah tahu semuanya tentang kita.
Pada saat kita rela dengan tulus mempersembahkan sesuatu, di situlah sering berkat Allah deras mengalir.
Sungguh Alah tidak pernah kalah memberi yang terbaik untuk kita semua.
Selamat beraktivitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita sekalian. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Antonio Rull on Unsplash




