Aku Mencurahkan Keluhanku Kepada-Nya

Viewed : 1,188 views

Mazmur 142:1-2
Nyanyian pengajaran Daud, ketika ia ada di dalam gua: suatu doa. Dengan nyaring aku berseru-seru kepada TUHAN, dengan nyaring aku memohon kepada TUHAN. Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya.

Kita sering mengeluh disebabkan ada rasa kecewa. Ada harapan tidak sampai. Ada keinginan tak kunjung datang. Juga mungkin karena merasa tidak adil. Tidak puas dengan perolehan kita. Sikap orang melukai perasaan kita. Merasa tidak diperhatikan dan tak diperjuangkan oleh sahabat dekat kita. Kepahitan dengan orang yang sebetulnya kita hormati… betapa susahnya hal ini. Banyak lagi alasan lain penyebabnya.

Ketika merasa kecewa, ada beberapa tindakan yang dilakukan orang. Ada yang bercerita ke orang lain. Ada yang bersikap kasar. Ada yang diam saja. Ada yang berteriak. Ada yang sikapnya jadi kasar tak bersahabat. Ada yang bersikap yang tidak lagi mencerminkan dirinya seperti biasanya… berubah. Bahkan ada yang bertindak nekad melakukan sesuatu yang merugikan dirinya sendiri.

Daud juga tak luput dari rasa kecewa. Dia diperlakukan tidak adil. Dia dicemburui yang berakibat dia harus melarikan diri untuk bersembunyi. Daud mau “ditiadakan”.

Langkah dan tindakan Daud yang perlu kita contoh adalah dia datang kepada Tuhan menumpahkan keluhannya. Daud berdoa kepada Tuhan. Daud mempererat dirinya dengan Tuhan. Hadirat Tuhan dahampirinya.
👍👍👍👍👍

Allah tidak dapat kita lihat secara fisik, tapi Dia sungguh nyata ada bersama kita. Bahkan Roh-Nya bersemayam di hati setiap orang percaya.

Sahabat…
Di tengah berbagai keluhan yang sedang melanda, marilah kita datang kepada Dia. Di dalam Tuhan selalu ada jalan keluar. Hanya saja memang kita butuh kesabaran dan bertekun menantikan saat yang tepat bagi Allah untuk menyelesaikan masalah kita. Dia akan memberi kelegaan.

Pada saat yang tepat, Tuhan akan menyelesaikan masalah kita. Dia akan memberi kelepasan dalam rasa kecewa kita. Dia akan menggantikan keluhan kita dengan kedamaian penuh ucapan syukur.
Puji Tuhan!

Sahabat…
Tetaplah lakukan apa yang baik untuk membangun diri kita. Di tengah rasa kecewa pun, sesungguhnya kita juga dapat membangun orang lain. Inilah keistimewaan kehidupan anak-anak Tuhan, bahwa di tengah berbagai masalahnyapun, dia masih berkontribusi membangun orang lain.
Semoga kita bisa seperti itu.

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by CCXpistiavos from Pixabay

Comments

comments