Kristus Sungguh Mati Disalib

Viewed : 988 views

Kisah Para Rasul 2:22-23, 32
Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.
Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.
Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.

Ada banyak orang yang tidak percaya bahwa Tuhan Yesus mati disalib. “Mana mungkin Dia mati seperti itu”, begitulah kata mereka. Mereka membangun dan merekayasa cerita tentang kehidupan Yesus. Mereka menduga-duga.

Seandainya Yesus tidak mati disalib, maka nubuat tentang diri-Nya jadi batal. Tentu ini tidak benar. Jangan percaya!

Rasul Petrus menekankan bahwa Yesus sungguh-sungguh mati disalib. Petrus adalah murid Yesus. Sekian lama Petrus hidup bersama Yesus. Karena itu sepantasnyalah kita percaya kepada apa kata Petrus.

Petrus memiliki banyak pengalaman bersama Yesus, antara lain:
• Petrus pernah berjalan di atas air hendak menyongsong Yesus
• Petrus pernah ditegur Yesus
• Mertua Petrus disembuhkan Yesus dari sakit demam
• Petrus menyangkal Yesus
• Petrus ditanya Yesus apakah dia mengasihi Yesus
• Yesus berpesan agar Petrus menggembalakan domba-domba-Nya
• Petrus mati disalib dengan kepala ke bawah demi kasih dan ketaatannya kepada Yesus
• Masih banyak kisah Petrus yang menarik bersama Yesus.

Petrus menjadi salah satu saksi hidup tentang Yesus. Saksi kunci. Apa yang dia katakan pasti benar. Petrus yang mengatakan bahwa Kristus sungguh mati disalib. Sebab itu:
• Masihkah kita tidak percaya?
• Akankah kita karang cerita melawan apa yang dikatakan Petrus?
• Percayakah kita apa kata orang yang bertentangan dengan fakta kematian Kristus?, padahal orang yang bercerita itu tidak pernah hidup bersama Yesus. Mereka tidak pernah langsung melihat Yesus karena tidak sejaman. Beda jarak waktu hidup mereka dengan Yesus sangat jauh. Mereka hanya menduga-duga dan termakan hoax, dan mereka kabarkan pula hoax itu.

Bayangkan ada orang yang tidak mengenal ayah saya bercerita tentang ayah saya itu. Padahal orang itu hidup setelah ayah saya tiada. Tidak ada hubungan mereka langsung dengan ayah saya. Cerita mereka itu ternyata hoax belaka.
Apakah cerita mereka akan dipercaya?
Mengapa tidak mendengar cerita saya saja?

Cerita saya pasti benar adanya karena jujur dan tulus saya ceritakan apa adanya, dan memang saya hidup bersama ayah saya sekian lama.

Mari kita sungguh percaya kepada apa kata Petrus tentang kematian Yesus. Petrus tidak mengarang-ngarang kisah. Dia tidak menambah-nambah dan tidak mengurang-ngurangi.
Petrus berkata sesuai dengan nubuat para nabi.
Klob semua!
Utuh semua!

Biarlah kita berkata iya dan amin terhadap apa kata Petrus. Kita bersyukur atas kisah Yesus oleh Petrus yang benar adanya. Kita sungguh percaya itu.Yesus telah korbankan diri-Nya demi kita.

Biarlah kita juga menjadi saksi-Nya dengan bersumber kepada kesaksian Petrus yang benar dan tepat tentang Kristus.
Puji Tuhan!

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by TanteTati from Pixabay

Comments

comments