Tetap Hidup Dalam Kebenaran

Viewed : 2,543 views

Amsal 14:34
Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.

Setiap orang ingin naik derajatnya. Banyak dilakukan upaya untuk itu. Mungkin dengan menjaga penampilan. Mungkin dengan berupaya mendapat gelar akademik yang tinggi setinggi mungkin. Mungkin dengan menambah harta dan kekayaan. Mungkin dengan karir dan jabatan sesukses mungkin.

Semua ini tentu tidak masalah. Kalau memang bisa, mengapa tidak? Tentu kita tidak anti dengan upaya seperti itu. Dipersilahkan saja.

Hanya saja firman Tuhan ingatkan bahwa kebenaran adalah hal utama sebagai jalan dalam menaikkan derajat seseorang. Bahkan upaya-upaya yang kita lakukan bila tanpa kebenaran, itu adalah dosa dan noda. Itu berarti Tuhan tidak berkenan.

Betapa banyak orang sikut-sikutan dan saling menjegal untuk naik posisi ke arah atas. Mungkin saja memang dalam pandangan manusia dia berhasil, namun dalam pandangan Allah itu adalah justru turun merendahkan.

Oleh sebab itu, dalam upaya kita menjadi sukses dalam hal apapun, janganlah lupa agar itu tidak mengorbankan kebenaran. Tidak mengorbankan sifat-sifat baik.

Bila kita sudah berusaha banyak untuk naik ke atas, tapi rasanya tetap stag tidak bergerak… tidak apa-apa asalkan kita hidup dalam kebenaran dan melakukan apa yang benar sesuai standar firman Tuhan. Berbahagialah, sebab Tuhan berkenan.

Kalau Tuhan berkenan atas hidup kita, apakah ada masalah?
Tentu tidak!

Nama baik, derajat tinggi, hidup sukses, harta melimpah, umur panjang, kesehatan prima adalah dambaan kita dan baik untuk dicapai dan usahakanlah! Akan tetapi Tuhan yang akan beri sesuai kehendak-Nya, dan tentu bagian kita sering tidak sama dan tak perlu harus sama. Tak indah kalau semua kita sama.

Itulah sebabnya banyak orang…
• pekerjaannya sama,
• usaha kerja kerasnya sama,
• berangkat dari titik yang sama,
• pintarnya sama,
• banyak yang sama… namun hasilnya tidak sama. Itu fenomena dan fakta hidup… tidak sama perolehan dan tidak sama keberutungannya.

Mengapa begitu?

Sebab semua Tuhan yang atur. Kita perlu dan harus berupaya keras, tapi Tuhan yang berdaulat menentukan.

Doa kita…
Amsal 30:8
Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.

Jangan lupa bekerja keras dan tetaplah bertekun untuk kehidupan yang lebih baik. Namun di atas itu semua JANGAN LUPA untuk tetap hidup dalam kebenaran.
I n i p r i n s i p !

2 Timotius 3:14
Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, … … ….

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments