Rambu-rambu Perjalanan Hidup Kita

Viewed : 1,108 views

Yehezkiel 20:19
Akulah TUHAN, Allahmu: Hiduplah menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan lakukanlah peraturan-peraturan-Ku dengan setia.

Pengalaman berkendaraan di kota Xxxxx.

Ketika melewati persimpangan, pada saat lampu merah, penulis berhenti. Lantas dari belakang ada sebuah kendaraan umum membunyikan klaksonnya supaya terus saja jalan. Dia merasa jalannya dihalangi. Padahal lampu merah kan sedang menyala?

Karena tidak diikuti kemauannya, dia marah dan dengan tancap gas dari samping, dia tembus saja lampu merah itu. Berbahaya!

Tak lama kemudian, kendaraan umum itu kesusul di persimpangan berikutnya. Kendaraan itu malah berhenti, padahal lampu hijau yang menyala. Ketika dibunyikan klakson oleh kendaraan di belakangnya supaya jalan, malah dia marah dengan membalas bunyikan klakson panjang dan mata melotot.

Melihat hal itu, terasa aneh. Saat lampu merah harus berhenti, malah dia minta jalan. Saat lampu hijau mestinya jalan, ehhh.. malah dia berhenti menghambat. Terbalik-balik. Tidak mau taat dengan aturan.

Tindakannya tentu dapat mencelakakan dirinya sendiri dan juga mencelakakan orang lain.

Sahabat…
Kita hidup dengan adanya aturan dan hukum. Ada rambu-rambu hidup yang harus ditaati. Aturan atau rambu-rambu dibuat untuk dijalankan. Semua itu untuk kenyamanan dan kenyamanan serta keselamatan kita.

Begitu juga kehidupan kita sebagai orang percaya. Ada firman Tuhan sebagai sumber rambu-rambu perjalanan kita.

Jiwa kita diselamatkan oleh anugerah, namun kita haruslah juga taat kepada hukum-hukum Allah. Kita diminta tetap setia melakukan peraturan-peraturan Allah.

Kita taat sesungguhnya adalah untuk kebaikan kita. Dilakukan hal itu sebagai wujud penghormatan dan ketundukan kita kepada Dia. Dengan taat, kita sedang memuliakan Dia. Dampak dari kesetiaan dan ketaatan kita adalah perubahan nyata dalam karakter kita.

Oleh sebab itu marilah hidup menurut ketetapan-ketetapan Tuhan. Mari melakukan peraturan-peraturan-Nya dengan setia.

Selamat beraktivitas.

Kiranya Tuhan Yesus senantiasa menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by marek kizer on Unsplash

Comments

comments