Mazmur 142:1-3
Nyanyian pengajaran Daud, ketika ia ada di dalam gua: suatu doa. Dengan nyaring aku berseru-seru kepada TUHAN, dengan nyaring aku memohon kepada TUHAN. Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya. Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku. Di jalan yang harus kutempuh, dengan sembunyi mereka memasang jerat terhadap aku.
Banyak kita saat ini berada dalam suasana panik seperti Daud. Daud dikejar-kejar orang yang ingin mencelakakan dia, sehingga dia harus bersembunyi dalam gua.
Kitapun saat ini serasa dikejar oleh masalah kita, bahkan khususnya oleh virus penyakit yang tak nampak kasat mata. Meski tak kelihatan oleh mata langsung, tapi musuh virus itu sungguh nyata, sehingga kitapun harus ‘bersembunyi’ di rumah, dan di luar rumah wajah kita bersembunyi di balik masker mengamankan diri.
Berbagai bentuk ketakutan muncul. Kita takut dan bimbang. Takut usaha menjadi lesu, takut ketularan, takut sakit, dan puncaknya takut nyawa hilang. Muncul rasa jenuh dan sepi.
Apa solusinya?
Sikap dan tindakan Daud menjadi teladan bagi kita. Dia datang berseru kepada Tuhan. Dia mencurahkan isi hati dan keluhannya. Dengan demikian semangatnya bangkit. Dalam bahasa sekarang kekebalan; tubuh atau imunitasnya naik. Pertahanan dirinya kuat, meskipun dalam persembunyian.
Dalam semua upaya kita mengatasi masalah dan dalam seluruh usaha kita menghindari virus yang meningkat tajam, maka sesungguhnya dekat dan mendekatkan diri kepada Tuhan adalah tindakan utama kita.
Oleh sebab itu mari membuka hati kepada Tuhan. Berdoa dan berserulah kepada-Nya.
Mazmur 55:16
Tetapi aku berseru kepada Allah, dan TUHAN akan menyelamatkan aku.
Selamat beraktifitas.
Tuhan menyertai dan menjaga serta memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Jeremy Perkins on Unsplash




