Harta Termahal

Viewed : 1,131 views

RENUNGAN
Lukas 12:34
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

Teringat seorang teman yang dititipkan sepeda motor oleh sahabatnya yang pulang ke kampung. Teman ini membawa sepeda motor itu kuliah.

Ketika kuliah, perasaannya tidak tenang karena kuatir sepeda motor tersebut dicuri orang. Sebentar-sebentar dia permisi keluar untuk memeriksa apakah sepeda motor tersebut masih ada atau tidak. Karena memang marak sekali pencurian sepeda motor.

Karena terus-terusan permisi ke luar ruangan kuliah, dosen dan mahasiswa lain heran. Diduga orang dia ke toilet. Dosennyapun sampai bertanya, “Kamu sakit diabetes ya?”

Karena merasa kurang enak hati, teman inipun akhirnya memutuskan untuk pulang saja. Tidak ikut kuliah sampai selesai. Bahkan mestinya ada kuliah lain setelah itu… dia sama sekali tidak ikut . Hati dan pikirannya habis tersita dan fokus kepada sepeda motor titipan, sehingga kuliah yang seharusnya penting diikuti jadi terabaikan.

Di mana dan ke mana hati dan pikiran kita fokus? Jawabannya sangat bervariasi. Tentu kitalah yang tahu jawabannya atas diri kita masing-masing? Yang jelas seperti apa kata Yesus… bergantung kepada keyakinan dan pemahaman kita akan apa yang kita anggap paling bernilai sebagai harta termahal dalam hidup kita… ke sanalah sepenuhnya perhatian kita tercurah penuh.

Hanya saja kita perlu terus-menerus diingatkan agar jangan sampai barang titipan Tuhan yang ada pada kita membuat kita lupa dan mengabaikan apa yang paling penting yang seharusnya kita lakukan.

Jangan sampai pemberian Tuhan justru membuat hati kita menjauh dari Dia.

Jangan sampai ketertarikan kita kepada hal-hal sementara yang akan hilang membuat kita lupa terhadap kekekalan.

Tuhan beserta kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments