Bangunan Rohani

Viewed : 2,140 views

Efesus 2:19-22
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Di dalam Kristus kita menjadi kawan sewarga. Kita menjadi anggota keluarga Allah.

Sebagai kawan sewarga dan anggota keluarga Allah, kita diumpamakan sebagai bangunan rumah Allah dengan Kristus sebagai batu penjuru dan sebagai pundasi.

Sebagai bangunan, misalkan bangunan rumah, maka yang membangun ingin rumah yang dibangunnya kokoh, megah dan selesai… tidak terbengkalai.

Pemilik rumah ingin betah dan nyaman tinggal di dalam rumah yang dibangunnya… tidak merasa gerah kepanasan atau kedinginan.

Karena itu…

• Apakah kita sadari bahwa kita bagaikan proyek rumah yang sedang dibangun oleh Allah?

• Apakah kita menjadi bangunan Allah yang kokoh dan kuat dan berfokus kepada Kristus sebagai BATU PENJURU?

• Apakah kita menjadi bangunan Allah yang layak, dimana Allah berkenan dan Dia betah tinggal di dalam diri kita?

• Apakah kita menjadi bangunan Allah yang terus dibangun menuju penyelesaian?

Mari kita menjawab pertanyaan tersebut di atas untuk mendorong dan memotivasi kita menjadi rumah kediaman Allah yang terus-menerus semakin disempurnakan.

Biarlah Allah betah dan nyaman berdiam dan bertakhta di dalam hati kita.
S e m o g a ! !

Selamat beraktifitas.

Tuhan menyertai dan memberkati kita untuk terus dibangun dan disempurnakan menjadi rumah kediaman Allah. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Scott Blake on Unsplash

Comments

comments