Hati yang Gembira

Viewed : 3,531 views

Amsal 17:22
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Dalam sebuah tulisan kecil disebutkan bahwa hati yang gembira adalah salah satu obat mujarab untuk panjang umur.

Entah apa dasarnya, sehingga dikatakan bahwa hati gembira ditempatkan di urutan pertama sebagai resep untuk umur yang panjang. Terlepas dari benar atau tidak, Amsal 17:22 menyebutkan bahwa hati yang gembira adalah obat manjur.

Masalahnya adalah bagaimana beroleh hati yang gembira?

Situasi dan keadaan kita sering memaksa kita kehilangan sukacita. Pada saat kita diingatkan untuk bergembira, justru di situ sering datang kesedihan. Saat kita diingatkan untuk tidak stress, malah di situ datang tekanan hidup. Ketika diingatkan jangan takut, justru ketakutan muncul.
Bagaimana ini?

Kita diajak agar sukacita kita tidak bergantung kepada suasana hati, sebab suasana hati akan turun-naik silih berganti. Pasang surut situasi akan terus ada dalam hidup ini, tak bisa menghindar dari situ.

Yang dapat menjamin damai di hati adalah bila kita dekat dengan Tuhan. Bila mendasari sukacita dunia ini, maka kita dalam ketidakstabilan. Sebaliknya bila keyakinan akan hadirnya Tuhan Yesus dalam hidup ini mendasari sukacita kita, maka kita akan memiliki damai yang mendalam.

Mazmur 97:12
Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Ben White on Unsplash

Comments

comments