Wahyu 22:12
Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya”
Menanti sering merupakan pekerjaan yang membosankan, apalagi kalau yang dinantikan itu rasanya lama datangnya. Dalam keadaan seperti itu sering yang menanti tidak sabar dan gelisah.
Dalam penantian banyak orang melakukan persiapan untuk orang yang ditunggu. Misalnya; seorang wanita yang menantikan sang kekasih yang akan datang dari tempat jauh, akan siap berdandan dengan rapi. Dia ingin berpenampilan menarik sebagai wujud cinta dan kasih sayangnya. Dia akan berlama-lama berdiri di depan cermin untuk melihat apakah penampilannya sudah menarik dan tampak cantik.
Kita sedang menantikan SEORANG PRIBADI yang paling istimewa dan luar biasa: Tuhan Yesus Kristus.
Ada orang yang tidak percaya akan hal ini sehingga sikapnya biasa-biasa saja, tidak menunjukkan perilaku seorang yang sedang menanti. Tetapi ada pula yang sungguh amat percaya sehingga bersiap-siap; menyiapakan hati dan hidupnya dalam penantian.
Percaya atau tidak percaya, suka atau tidak suka, siap atau tidak siap… Dia pasti datang segera!
Oleh karena itu, mari kita bersiap dan bersikaplah senantiasa sebagai orang yang sedang menanti… ya… menantikan Dia yang telah berjanji akan datang segera.
Wahyu 22:20
Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
Dia yang berjanji akan datang segera… menyertai dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Arturo Rey on Unsplash




