Gelombang Tantangan Hidup

Viewed : 818 views

Matius 14:28-31
Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”
Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”
Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”

Pengalaman Petrus berjalan di atas air sangat menarik. Sensasinya pastilah luar biasa. Hal itu dapat dia alami karena kuasa Yesus. Namun walau Yesus ada bersama dia, ketika Petrus rasakan ada tiupan angin, diapun takut dan mulai tenggelam.

Tuhan Yesus menolong Petrus dengan mengulurkan tangan-Nya, dan berkata, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”

Persoalan Petrus bukanlah tidak percaya, tetapi kurang percaya.

Persoalan Petrus tersebut, juga sering menjadi persoalan kita, bahwa kita bukan tidak pecaya, tapi kurang percaya sepenuhnya kepada Tuhan.

Kekurangpercayaan kita muncul karena melihat dan merasa-rasakan tiupan angin-angin khawatir dari sekitar kita. Seolah itu mengancam kita, atau memang benar-benar mengancam kita. Kita menjadi tidak percaya kepada Tuhan di tengah ancaman dalam berbagai bentuk.

Percaya kepada kuasa Tuhan sering amat pelik dan menjadi sesuatu yang sulit karena kita dibatasi oleh akal dan logika. Logika tetap perlu, tetapi bila logika saja dikedepankan, maka kuasa Tuhan sulit diterima.

Ada banyak orang mengeritik kebenaran kuasa Tuhan dan membuat opini tertentu untuk mempengaruhi orang lain agar menjadi tidak percaya kepada kuasa Tuhan.

Banyak buku-buku yang nampaknya bermutu memuat pendapat orang top dan ternama, tetapi isinya menyesatkan iman kita karena tidak lagi mengetengahkan bahwa Tuhan berkuasa. Kita harus ekstra hati-hati dan waspada akan hal ini!

Sebenarnya percaya kepada Tuhan adalah perkara yang sederhana, yaitu dengan mengakui segala keterbatasan kita dan yakin bahwa kuasa Tuhan nyata.

Pengalaman menunjukkan bahwa orang-orang yang merendahkan hatinya, tekun berdoa dan taat kepada Tuhan dalam hidupnya, mengalami banyak pengalaman iman yang menyegarkan. Tetapi orang yang tidak percaya tidak mengalaminya.

Tentu saja tidaklah berarti bahwa iman kita bergantung kepada pengalaman. Pengalaman sebagai pernyataan kuasa Tuhan adalah hak dan otoritas Allah untuk memberikannya kepada kita, tetapi haruslah diyakini bahwa kuasa Tuhan itu tetap berlaku, dan kita dapat mengalaminya bila Tuhan merasa bahwa hal itu baik bagi kita.

Yang penting tetaplah percaya kepada Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan yang senantiasa membentengi dan melindungi kita dari segala gelombang tantangan hidup.

Tuhan beserta kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Gordon Johnson from Pixabay

Comments

comments