Iri Hati Membusukkan Tulang

Viewed : 767 views

Amsal 14:30
Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

Di sebuah kota GADUH tinggallah dua orang tetangga, seorang bernama IRI dan satu lagi bernama DENGKI. Nama ini diberikan karena memang mereka berdua memiliki sifat yang tak jauh dari namanya.

Suatu hari ada seorang bernama AJAIB menawarkan kepada mereka hadiah yang menarik. IRI dan DENGKI dapat meminta apa saja yang mereka mau. Tetapi ada syarat; apa yang diminta bergantung kepada siapa duluan yang meminta, namun bagiannya hanyalah setengah dari orang kedua.

Jadi peminta pertama boleh minta apa saja, tetapi bagiannya lebih kecil. Sedangkan peminta kedua tidak boleh meminta hal yang berbeda dari peminta pertama, untungnya dia akan mendapat dua kali lipat.

IRI dan DENGKI jadi bingung dan berpikir keras mau menjadi peminta pertama atau peminta kedua.

Sifat mereka berdua mulai muncul ke permukaan. Si IRI berpikir bila menjadi orang pertama meminta sebuah mobil, maka si DENGKI akan menerima dua buah mobil. Begitu juga si DENGKI berpikir bila menjadi orang pertama meminta sebuah rumah, maka si IRI akan memperoleh dua buah rumah.

Mereka berpikir keras karena pada dasarnya mereka bersikap tidak rela bila orang lain beruntung.

Akhirnya si IRI muncul dan meminta hal yang aneh. IRI meminta agar satu matanya dicongkel. IRI berharap agar nantinya si DENGKI akan dicongkel matanya dua-duanya. IRI merasa biarlah rugi asalkan DENGKI juga ikut rugi, bahkan rugi dua kali lipat.

Cerita di atas adalah fiktif dan sangat ekstrim, namun tak dapat dipungkiri bahwa begitulah terkadang apa yang tersembunyi dalam hati manusia. Ada api iri hati dan dengki yang merusak… membusukkan tulang kata penulis Amsal. Inilah sifat manusia lama dalam tabiat dosa.

Kristus memberi hati baru agar sifat iri dan dengki terkikis habis dan diganti dengan sifat manusia baru yang justru sebaliknya; merasa senang dan mendukung bila orang lain beruntung.

Kita diingatkan agar jangan iri hati dan jangan dengki kepada siapapun. Janganlah iri hati dan dengki menjadi API yang membakar dan menghanguskan hati kita.

Janganlah hati kita gelisah bila tetangga sebelah beli mobil baru, sementara kita hanyalah memiliki sepeda motor tua saja.

Janganlah panas hati melihat kawan sejawat dipercayakan jabatan baru, namun kita begini saja terus meski kitapun sudah bekerja keras sebetulnya.

Janganlah marah kepada warung sebelah yang lebih laris jualannya, padahal kualitas barang kita sama, bahkan kita mungkin merasa jenis dagangan kita lebih bermutu dan lebih murah.

Janganlah mengeluh karena teman sebelah lebih diterima pendapatnya, padahal kita merasa lebih cerdas.

== TUHAN BAIK BAGI KITA ==
Ini dalil dan rumus.

Biarlah dalil dan rumus tersebut meyakinkan kita bahwa pada saat yang tepat, kita juga akan mendapat bagian memperoleh apa yang terbaik sesuai dengan apa yang Tuhan pandang tepat untuk kita.

Yang penting berdoa dan bekerja optimal dan serius dengan tanggung jawab kita. Bila sikap seperti ini dipelihara, kita akan damai dan pikiran kita akan fokus untuk berbuat dan melakukan apa yang baik dan berdampak positif.

Sadarlah bahwa orang sebetulnya tidak terlalu tertarik dengan sukses kita, bahkan sebaliknya malah orang bisa iri dengan keberhasilan kita. Orang lebih tertarik dengan apa dampak hidup kita.

Di tengah-tengah kesungguhan pengabdian dan kerja keras kita, bersabarlah menanti kehendak Allah atas hidup kita masing-masing. Hal ini akan membuat kita tahan uji dalam persoalan hidup.

Sebagaimana bumi yang kita diami ini masih saja terus berotasi pada sumbunya atas seijin Allah, maka marilah kita tetap berkarya dan berupaya keras dengan apa yang masih dapat kita lakukan dalam hidup yang amat teramat singkat ini.

Jagalah sikap hati dari perasaan iri dan dengki. Hal ini akan membuat kita mampu menjaga seluruh perbuatan kita agar baik adanya, dan ini akan menciptakan perasaan damai dengan siapa saja kita berdampingan dan dengan siapa saja kita temui. Inilah semestinya menjadi jati diri kita sebagai anak-anak Tuhan yang taat kepada kehendak Allah Bapa Yang Maha Baik.
P u j i T u h a n !

Tuhan memberkati, dan kiranya Dia menjaga dan memelihara sikap hati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash

Comments

comments