Berhati Pelayan

Viewed : 1,665 views

RENUNGAN
2 Korintus 5:15
Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

“Tidak peduli dengan orang lain, yang penting saya senang… saya selamat… saya berhasil… saya sukses” Prinsip seperti ini sering menonjol dalam diri seseorang. Bahkan kitapun mungkin masih sering seperti itu pada saat-saat tertentu.

Rasul Paulus mengingatkan agar kita tidak seperti itu. Kita diminta agar jangan hidup untuk diri sendiri. Hal ini didasarkan kepada kehidupan Kristus yang telah rela menyerahkan diri-Nya untuk kita dan untuk semua orang.

Mari kita melihat diri dan kehidupan kita… dalam hal apa kita sering sulit peduli ke orang lain?

Salah satu contoh kecil misalnya adalah ketika menyetir kendaraan…
Apakah kita arogan?
Apakah kita cenderung menyerobot jalan orang lain sehingga berpotensi mendatangkan celaka?
Apakah kita bersabar dengan mempersilahkan orang lain duluan agar jalan lebih teratur dan lancar?
Apakah kita panas hati ketika orang lain mobilnya lebih bagus… lebih cepat dan kita didahului?

Ketika kita memiliki wewenang untuk membuat keputusan, memihak ke siapakah keputusan kita? Adilkah? Terbelakah orang-orang yang tak berdaya padahal sebenarnya mereka berhak?

Adakah orang lain tersakiti dan merasa tidak nyaman dengan sikap dan gaya hidup kita?

Mari kita berubah. Mari kita belajar terus untuk menunjukkan perubahan hidup. Biarlah perubahan itu kita perlihatkan hari ini juga. Kita doakan agar di dalam Yesus kita mampu.

Apapun profesi dan jabatan kita, mari kita berhati pelayan dan hidup melayani. Mari kita mengabdi. Biarlah kehadiran kita memiliki arti… sedikit dan kecilpun tak apalah…

Para sahabat yang terkasih,
Selamat bekerja…
Selamat berkarya…
Selamat melayani…

Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments