Nahum 1:2-3
TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya. TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.
Membaca ayat di atas, boleh jadi kita merasa takut dan kurang nyaman karena dikatakan bahwa Allah kita adalah Allah yang cemburu dan pembalas.
Namun kita harus sadar dan meyakini bahwa di dalam kecemburuan Allah; Dia Allah Yang Maha Mulia; Dia Allah Yang Maha Setia; Dia Allah Yang Maha Panjang Sabar. Hal ini menolong kita agar tidak ingkar terhadap Dia. Kita terdorong untuk memuliakan-Nya dan tetap setia serta taat kepada-Nya.
Sifat Allah yang cemburu dan pembalas menolong kita untuk memahami bahwa Dia adalah Tuhan yang hidup dan aktif. Allah sungguh-sungguh memiliki perasaan cemburu, dendam, amarah, kesabaran dan kebaikan.
Dalam kesetiaan dan kedekatan kita dengan Allah, kita akan aman dan nyaman. Di luar Allah kita akan hancur dan kering.
Allah senantiasa ingin mendekat kepada kita anak-anak-Nya. Kitapun, marilah mendekat kepada-Nya!, agar kita merasakan kasih sayang-Nya yang sungguh luar biasa.
Kecemburuan Allah berguna untuk kita. Sebab itu, bila kita ingin sentosa, aman dan damai, beribadahlah kepada Allah. Sembahlah Allah di dalam Yesus Kristus Tuhan kita.
”Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
(Yosua 24:15b)
Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Tuhan senantiasa dekat dengan kita. Dia menyertai dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




