Mata Hati

Viewed : 2,129 views

Efesus 1:18
Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus

Sangat berkesan kemaren malam bersama beberapa sahabat berkunjung dan bersekutu ke rumah seorang hamba-Nya… seorang Abang yang melayani Tuhan sepenuhnya. Sudah lama Abang ini kesulitan dengan matanya untuk melihat.

Dia mengatakan bahwa seolah ada semacam kabut yang menghalangi penglihatannya. Kemaren itu dia merasa drop sekali. Sebelumnya dia masih bisa melihat layar komputer dengan intesitas yang tinggi, tapi kali ini tidak.

Bahkan sebelumnya, dia menceritakan gelap sekali dia rasakan. Harapan dia dan menjadi doa kita adalah bahwa di samping dia berobat ke dokter mata, kiranya Tuhan beri mujizat berupa KESEMBUHAN ILAHI.

Itulah betapa pentingnya mata sebagai anugerah Tuhan untuk kita dapat melihat dan berinteraksi dengan sekeliling kita.

Di sisi lain kita juga memiliki mata hati… mata rohani untuk mampu melihat dan merasakan kasih Allah, dan meresponsnya dalam tindakan kita.

Namun masalahnya;
• apakah ada kabut-kabut menutup mata hati kita yang membuat kita tidak dapat melihat kehendak Allah?
• Apakah hingar-bingarnya dunia ini serta keinginan-keinginan tersembunyi kita manjadi kabut menutupi mata rohani kita?, sehingga kita tidak tanggap akan rencana-Nya melalui kita.

Doa Rasul Paulus, dan kiranya doa kita bersama adalah: agar Tuhan mencelikkan mata hati kita untuk melihat, memahami dan meyakini panggilan hidup kita di dalam Kristus.

Biarlah mata hati kita dibukakan akan betapa mulianya bagian yang ditentukan dan ditetapkan Allah bagi orang-orang pilihan-Nya.

“Tuhan… bukalah dan terangi mata hatiku untuk dapat sepenuhnya mengerti kehendak-Mu. Biarlah aku terus berjalan dalam rel kehendak-Mu. Buatlah hidupku sedemikian rupa, sehingga aku yakin bahwa bagianku bukanlah kemuliaan dunia sementara ini yang akan hilang, tetapi kemuliaan-Mu yang kekal adalah harapan utama bagiku… Amin”

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Sinar kemuliaan Tuhan Yesus senantiasa menerangi dan menuntun jurnal hidup kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by StockSnap from Pixabay

Comments

comments