Daniel 1:8
Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya
Memandang dan memahami apa yang dilakukan Daniel dalam teks ayat di atas, bukanlah sekedar soal makanan atau minuman. Kata kuncinya sebetulnya adalah berketetapan.
Berketetapan adalah berkomitmen. Komitmen adalah keputusan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kata lain adalah tekad.
Sesuatu yang baik akan terjadi atau diperoleh jika ada komitmen. Mungkin sesuatu itu berupa upah, hasil, dan sebagainya. Atau sesuatu yang baik itu adalah kesan atau pesan hidup kita kepada orang lain.
Pesan dari hidup kita yang membuat orang berubah dan bertumbuh dalam pengenalan akan Yesus, jauh lebih penting dan mulia daripada sekedar hasil-hasil dan perolehan hidup untuk dinikmati sendiri. Inipun suatu komitmen yang hanya sedikit orang saja mengambilnya.
Cita-cita, kerinduan dan harapan kita sering kandas di awal atau pertengahan, atau bahkan sudah mendekati garis akhir; oleh karena tidak berkomitmen. Kita sering lemah dalam komitmen.
Mari kita ambil komitmen dan tempuhlah itu, agar harapan-harapan dan mimpi-mimpi kita yang baik dan agung tercapai.
Walau sesuatu yang kita lakukan sulit jalannya, bahkan ada risikonya, tidak ada orang yang menghargai, dan tidak populer, serta tidak menghasilkan rupiah-rupiah… asalkan itu keyakinan kita yang berasal dari Yesus Kristus untuk maksud yang indah dan agung sesuai rencana dan kehendak-Nya…;
Tempuhlah… ! Berkomitmenlah… !
Lakukan dengan setia… !
JUST DO IT… !
Itu saja… !
Cukup… !
Selamat bekerja.
Selamat berkarya.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberi kekuatan bagi kita untuk berkomitmen dalam rencana dan kehendak-Nya.
Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by anielbaez0 from Pixabay




