Tinggal Tenang

Viewed : 2,438 views

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!
Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” Maz 46:11

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Yesaya 30:15


Sikap tenang, mampu berdiam diri merupakan dambaan setiap orang. Olah batiniah, bahwa Allah yang Immanuel itu sangat dekat dengan diri kita. Allah yang maha hadir juga adalah Allah yang cemburu, yang ingin hadir sepenuhnya di dalam hidup kita dan menjadi satu-satunya kekasih jiwa kita. Hal ini merupakan sesuatu yang intim. Berdiam diri karena kesadaran bahwa tidak ada jarak yang memisahkan diri kita dengan Allah.

Di dalam keheningan, di dalam tinggal tenang, di dalam kepercayaan kita bersimpuh dihadirat Nya.

Disisi lain waktu ini berlalunya terburu-buru. Apalagi di era saat ini, dimana teknologi semakin memudahkan kita, tetapi juga terlalu banyak mengambil waktu hidup kita.

Jiwa manusia ini mempunyai kecenderungan untuk tidak bisa diam, digambarkan seperti seekor monyet, yang tidak pernah diam, selalu melompat dari ranting satu ke ranting lainnya.

Alih-alih ingin diam-tenang, dan membiarkan Tuhan berbicara kepada kita, kita lebih digelisahkan dengan berbagai agenda di dalam hidup kita.

Doa kita juga bagaikan rangkaian petisi permohonan ini dan itu atas segala hal yang menjadi kekuatiran dan keinginan kita kepada Allah.

Waktu untuk berdiam diri, saat yang teduh, antara saya dengan Tuhan, Sang Khalik semesta alam ini merupakan anugrah.

Hal ini semua adalah tentang Allah yang ingin menyatakan diri Nya sepenuhNya; kita memgalami kasih, kuasa, damai sejahtera, penghiburan, kekuatan, kesucian dan kemuliaan Nya. Di hadapan Dia kita memuji dan mengagungkan Nya, kita mengalami ketersungkuran dan kebersujudan dihadapan kesucian dan kemuliaan Nya. Di dalam Dia kita berani melangkah menghampiri tahta Nya yang penuh kasih karunia dan kebenaran.

Waktu teduh, berdiam diri, mencari hadirat Allah, menikmati firman Nya, tinggal tenang dan berdoa adalah kekuatan orang percaya.

Dunia semakin rusuh dengan segala keinginannya, dan jiwa kita perlu dipuaskan oleh diri Nya supya kita tinggal tenang di dalam rencana Nya.

Tuhan beserta kita.
Teja, 11/7/2019

Teja adalah suami dari Titin, ayah dari Kasih dan Anugrah.

Image by StockSnap from Pixabay

Comments

comments