RENUNGAN
Yakobus 1:18
Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
Di beberapa suku tertentu, para bapak atau ibu disapa dengan menyebutkan anak sulungnya. Nama anak sulung ditaruh atau disambungkan ke orang tuanya. Ini sebetulnya merupakan sebuah penghargaan dan kehormatan.
Allah menciptakan segala sesuatu, baik benda mati maupun makhluk hidup. Tetapi Allah disapa atau disebut sebagai Allah manusia… Allah kita.
Ingat jugalah misalnya Allah kita disebutkan sebagai Allah Abraham… Allah Ishak… Allah Yakub.
Kisah Para Rasul 7:32
Akulah Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Maka gemetarlah Musa, dan ia tidak berani lagi melihatnya.
Kita bersyukur karena kita sudah menjadi anak-anak Tuhan. Kita dapat menyapa DIA sebagai: Allahku… Tuhanku… Bapaku. Seolah Allah itu milik kita pribadi… dan memang betul bahwa kita milik-Nya… kepunyaan-Nya atas kehendak-Nya sendiri.
Allah menjadikan kita oleh firman-Nya. Sesungguhnya harga dan nilai diri kita sudah dipatok sangat tinggi. Status kita adalah anak-anak Allah. Masing-masing kita seolah anak sulung Tuhan. Mari kita syukuri ini. Dan yang paling penting adalah biarlah kita menjadi anak-anak-Nya yang manis, baik dan taat.
Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.
Allah Bapa senantiasa menyertai dan memberkati kita sebagai anak sulung-Nya. Amin.
Salam dan doa.
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




