Kasih Sahabat

Viewed : 1,576 views

RENUNGAN
Yohanes 15:13
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Persoalan kita sering adalah merasa kurang dikasihi… kurang diparhatikan. Merasa kurang dikasihi oleh pasangan… oleh orang tua… oleh teman. Bahkan kita merasa kurang diperhatikan oleh Tuhan.

Sering kita berpikir…
• Mengapa Tuhan tidak mengabulkan doa saya?
• Mengapa Tuhan tidak memberi apa yang saya inginkan?
• Mengapa Tuhan tidak melepaskan saya dari susah hidup dan sengsara?
• Mengapa Tuhan tidak memenangkan perkara saya?
• Mengapa Tuhan tidak melepaskan saya dari kehidupan seperti ini?
• Mengapa Tuhan tidak menyembuhkan penyakit saya?
• Mengapa Tuhan tidak … … ?

Ya…
Terlalu banyak pertanyaan negatif kata tidak terhadap Tuhan.
Terlalu banyak kata mengapa dalam hidup kita terhadap Tuhan, dan merasa tidak ada jawabannya.

Akibatnya kita berkesimpulan Tuhan tidak adil dan Dia tak berpihak kepada kita.
Kita merasa jauh dengan Tuhan.
Kita memiliki pemikiran yang tidak pas terhadap Tuhan.
Yang namaya tidak pas, pastilah terasa tidak nyaman. Hubungan kita dengan Tuhan terasa tawar dan hambar.

Akibatnya hidup ini terasa jenuh dan membosankan. Sukacita hilang. Banyak khawatir datang dari berbagai segi. Merasa takut. Bahkan penyakit fisik muncul dalam berbagai bentuk.

Namun Tuhan Yesus mengatakan kepada para murid-Nya… kepada kita semua… bahwa Dia mengasihi kita. Bukti kasih-Nya adalah nyawa-Nya. Apa yang paling mahal dalam diri Yesus, sudah diberikan-Nya kepada kita. Itulah kasih terbesar. Itulah puncak dari keberpihakan Yesus kepada kita.

Jadi kita mau berkata apa lagi?
Apakah masih banyak pertanyaan mengapa dari kita dan seolah tidak ada jawabannya?

Doaku…
Ya Allah … betapa sering hatiku begitu kecil dan kerdil meyakini-Mu sebagai Bapa yang baik. Seolah Engkau tidak peduli kepadaku.
Sesungguhnya Engkau mencintai dan mengasihiku sepenuhnya sesuai kebesaran-Mu. Buktinya nyawa Yesus sudah Engkau peruntukkan bagiku.
Buatlah aku semakin meyakini kasih-Mu, sehingga berkuranglah pertanyaan mengapa dariku… seolah aku yang kecil ini meragukan cinta-Mu padaku.
Amin

Selamat belajar.
Selamat bekerja
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

IMMANUEL… Tuhan beserta kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments