RENUNGAN
Mazmur 75:6-7
Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.
Peninggian atau ditinggikan adalah sesuatu yang diinginkan manusia. Bahkan dalam taraf tertentu, ada orang-orang yang tidak lagi butuh harta, tetapi butuh eksistensi dan citra diri dalam bentuk pengakuan dan penghormatan. Ini adalah wajar saja dan kita memang harus memberi penghormatan yang baik dan patut kepada siapapun. Ingatlah bahwa salah satu kebutuhan manusia adalah pengakuan dan penghormatan… dan bila itu sekiranya dapat kita beri… mengapa tidak?… berilah !
Tetapi bagi kita yang ingin dihormati, diingatkan bahwa tidak perlu mencari-cari penghormatan dari orang-orang… baik dari timur dan barat yang penuh dengan manusia, bahkan tidak juga dari padang gurun oleh sedikit manusia.
Penghormatan bukan dari sana, tetapi dari Tuhan SANG HAKIM penentu segala sesuatu.
Penghormatan dari manusia sangatlah terbatas dan sering berubah-ubah berdasarkan kondisi dan waktu. Tetapi penghormatan dari Allah tetap dan kekal. Mana yang menjadi utama bagi kita?
Pujian dari Allah adalah kemuliaan dan kehormatan yang tiada taranya. “Senyuman” Allah lebih menarik dari “senyuman” manusia… tertarikkah kita kepada senyuman-Nya?
Walau susah dan sulit, ada nasihat dari orang bijak: adalah lebih baik memuji daripada dipuji… dan itulah ciri orang baik. Salah satu maknanya mungkin adalah tidak usah mencari pujian, tetapi jangan lupa memuji orang. Nasihat ini dapat kita lakukan, sebab bagi kita pujian dari Allah sudah lebih dari cukup.
Selamat Hari Minggu.
Selamat Beribadah.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus Kristus menyertai kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




